Kamis, 10 Juli 2014

Perubahan Diri



Nama : Aditya Nugroho
NPM  : 10512243
Kelas  : 2PA06


Dalam diri setiap orang pasti memiliki sifat yang tidak disukai oleh diri mereka sendiri, termasuk diri saya sendiri. Adakalanya satu sifat dalam diri saya yang tidak saya sukai dan ingin saya hilangkan, yaitu susah untuk focus terhadap satu pekerjaan. karena sifat tersebut sama sekali tidak membuahkan sesuatu yang positif melainkan sangat merugikan diri saya sendiri dan terkadang juga merugikan orang lain yang mengharapkan hasil kerja saya.
     Dalam merubah atau menghilangkan sifat atau tingkah laku yang tidak disukai, ada beberapa tahapan yang saya lakukan untuk menghilangkan sifat susah fokus. Yang pertama adalah meningkatkan kontrol diri. Saya harus mengkontrol diri dalam arti karena saya sudah mengetahui bahwa sifat sulit fokus adalah hal yang negatif juga merugikan diri saya maupun orang lain, maka saya akan lebih sadar dan mengurangi sedikit demi sedikit sifat sulit fokus tersebut.
     Yang kedua adalah mengatur tujuan. Biasanya jika ada hal penting yang akan saya hadapi, sifat sulit fokus itu akan hilang dengan sendirinya. Contohnya ketika saya belajar dan saya menemukan kegiatan yang lebih menyenangkan seperti bermain game saya akan meninggalkan niat belajar saya. Pada tahap ini, saya ingin berusaha untuk menganggap bahwa setiap hal yang saya kerjakan pertama adalah penting dan harus diutamakan.
     Dan tahap yang ketiga yang saya lakukan adalah menyusun konsekuensi yang efektif, yaitu ketika saya dapat mengurangi sifat sulit fokus saya, saya merasa bahwa saya dapat melakukannya dengan baik dan saya merasa bahwa saya dapat lebih focus lagi terhadap apa yang saya kerjakan.

Rabu, 02 Juli 2014

KEHARMONISAN HUBUNGAN DALAM RUMAH TANGGA SUAMI ISTRI

NAMA : ADITYA NUGROHO
NPM    : 10512243
KELAS : 2PA06



Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang melanda. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian. Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina komunikasi sebelum masalah itu datang.
            Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.  Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jika sebuah hubungan pernikahan dari waktu ke waktu dilukiskan dalam bentuk grafik, maka garis yang terlihat akan nampak naik dan turun. Dalam hubungan apapun, rasa cinta dan sayang antar pasangan memang bisa mengalami masa-masa hangat dan renggang.
            Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Satu diantaranya adalah rasa jenuh yang bisa melanda salah satu pasangan, atau bahkan bisa jadi dialami oleh kedua-duanya. Rasa jenuh ini pun bisa hadir ketika ada dasar yang kurang kuat di antara pasangan itu sendiri. Padahal semua orang pasti mengerti, tapi  hal itu bisa menjadi kendala bagi setiap pasangan dalam membina hubungan rumah tangga. Dalam rumah tangga itu harus ada kasih sayang yang serius. “Ada canda, humor, dan saling keterbukaan,
Terus terang saja, pria itu memang kaya dengan ego. Maka itu ia butuh perhatian yang serius dan jika wanita bisa memberikan kasih sayang, perhatian, dan kesabaran pada pasangannya itulah yg akan membuat rumah tangga menjadi langgeng. “Karena suami itu pada dasarnya sangat butuh perhatian. Maka titik rawan pada sebuah hubungan suami istri dapat terjadi apabila pada suami istri yang sama-sama bekerja. Jika demikian, meskipun sang istri juga menjadi wanita bekerja, ia harus tetap bisa memahami suaminya. Dalam artian, tahu akan karaketristik sang suami.
            Karena itu, buatlah hubungan Anda dengan pasangan seperti layak nya masa-masa pacaran dahulu. Hal-hal sepele seperti merawat suami, bercanda, rekreasi dengan keluarga, atau membuatkan masakan spesial yang disukai pasangan, mampu menjadi bumbu pemanis dalam rumah tangga. Lakukan hal-hal tersebut meskipun sehari-hari sebagai wanita memiliki kesibukan di dalam karir pekerjaannya.
Belum lagi ketika kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga dalam artian anak hadir di tengah-tengah pasangan suami istri. Bisa jadi, anak akan menyita perhatian satu diantara pasangan. Namun sebaliknya, kebanyakan kehadiran anak sebetulnya malah mampu membuat hubungan sebuah rumah tangga makin kuat.  
            Dan dalam rumah tangga, harus ada pihak yang lebih mengalah. Seperti hal nya saat suami sedang emosi dia harus bisa menahan ego dan kita pun sebagai wanita harus bisa bersabar dan mengalah. Biasanya  wanita yang begitu bangga dengan karirnya bisa membuat sebuah keluarga menjadi goyang. Meskipun ia bekerja, tetap saja, ia juga harus memiliki posisi mengalah di dalam rumah tangga dalam arti untuk menyelamatkan rumah tangga dan juga suami.