Senin, 30 Maret 2015

TUGAS SOFTSKILL MINGGU KE 2



Nama : Aditya Nugroho
Kelas : 3 PA 06
NPM : 10512243

Perbedaan Psikoterapi dengan konseling.


     Konseling
    Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
    klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
    konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yang dipakai lebih bersifat manusiawi.
    konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.


    Psikoterapi
    Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,
    klien dianggap sakit mental.
    klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
    Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
    Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
    terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.

Bentuk - Bentuk Utama Dari  Terapi
TERAPI SUPPORTIVE
Adalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Terapi suportif menawarkan dukungan kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau dekompensasi sementara. Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.

Tujuan :
·         menaikkan fungsi psikologi dan sosial.
·         menyokong harga dirinya dan keyakinan dirinya sebanyak mungkin.
·         menyadari realitas, keterbatasannya, agar dapat diterima.
·         mencegah terjadinya relaps.
·         bertujuan agar penyesuaian baik.
·         mencegah ketergantungan pada dokter.
·         memindahkan dukungan profesional kepada keluarga.

Syarat pemberian terapi :
·         gangguan bersifat sedang.
·         kepribadian premorbid pasien yang kuat disertai dengan adanya pemulihan diri yang kuat.

Terapi suportif menggunakan sejumlah metoda, baik sendiri-sendiri atau kombinasi, termasuk :

    kepemimpinan yang kuat, hangat, dan ramah
    pemuasan kebutuhan tergantungan
    mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya
    membantu mengembangkan sublimasi yang menyenangkan (sebagai contohnya, hobi)
    istirahat dan penghiburan yang adekuat
    menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan.jika mungkin
    perawatan di rumah sakit jika diindikasikan
    medikasi untuk menghilangkan gejala
bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang. Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu pasien merasa aman, diterima, terlindungi, terdorong dan tidak merasa cemas.

TERAPI REEDUCATIVE
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri, memodifikasi tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi-potensi kreatif yang ada.

Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
·         terapi hubungan antar manusia (relationship therapy)
·         terapi sikap (attitude therapy)
·         terapi wawancara (interview therapy)
·         analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolfmeyer)
·         konseling terapetik
·         terapi case work
·         reconditioning
·         terapi kelompok yang reduktif
·         terapi somatic 2

TERAPI RECONSTRUNCTIVE
Terapi Rekonstruktif yakni menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi. Terapi ini untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luar daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

Tujuan Terapi Rekonstruktif

Perombakan radikal daripada corak kepribadian hingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien, akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan emosional dengan dilahirkannya potensi adaptif baru.


Cara psikoterapi reconstructive :

·         Psikoanalisa Freud
·         Psikoanalisa non Freud
·         psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa

Referensi
1.      Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
2.      Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius.

Jumat, 20 Maret 2015

TUGAS SOFT SKILL minggu 1



 Nama : Aditya Nugroho 
NPM   : 10512243 
Kelas  : 3PA06




             Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan yang dalam arti sempitnya  adalah perawatan terhadap aspek kejiwaan pada seseorang. dalam Oxford English Dictionary, perkataan psychotherapy tidak ada atau tidak tercantum, tetapi juga ada perkataan bahwa psychotherapeutic yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan menggunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis (
Itervensi Psikologi Klinis dalah upaya untuk merubah perilaku, pikiran dan perasaan seseorang. Intervensi tidak hanya dilakukan oleh psikolog dan dapat digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu intervensi dalam konteks hubungan professional antara psikolog dan pasien adalah psikoterapi. Bentuk-bentuk intervensi klinis diantaranya adalah rehabilitasi psikososial, intervensi preventif dan psikoterapi.). Dengan demikian perawatan melalui teknik psikoterapi adalah perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologik terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian.

            Tujuan Psikoterapi bisa dilihat dari 2 tokoh yaitu Ivey, et al (1987) dan Corey (1991) 

1.       Tujuan psikoterapi  menurut Ivey, et al  (1987) adalah dengan pendekatan psikoanalisis membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
2.       Tujuan Psikoterapi menurut Corey  (1991) adalah dengan pendekatan psikoanalisis  membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membuat klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
3A.   Tujuan psikoterapi menurut Rogerian terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et al (1987) perilaku yang lebih bisa menyesuaikan. Arah perubahan perilaku yang khusus ditentukan oleh klien. 
4B.       Tujuan Psikoterapi  menurut Ivey et al (1987) dengan terapi behavioristik mengenai terapi kognitif-behavioristik yaitu menghilangkan cara berfikir yang menyalahkan diri sendiri, mengembangkan cara memandang lebih rasional dan toleran terhadap diri sendiri dan orang lain.
5C.       Tujuan psikoterapi menurut Ivey et al (1987) dengan pendekatan Gestalt adalah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamnnya. Untuk merangsangnya menerima tanggung jawab dari dorongan yang ada di dunia dalamnya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari dunia luar.
6D       Tujuan psikoterapi menurut Corey  (1991) dengan pendekatan Gestalt adalah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya pendekatan gestalt sendiri itu adalah Salah satu pendekatan yang sangat memperhatikan kemampuan organisme untuk berkembang dan menentukan tujuannya.

Unsur-Unsur yang ada dalam Psikoterapi

         Dalam psikoterapi, unsur-unsur aktif dalam pekerjaan reparasi emosional ini meliputi hubungan baik dan rasa percaya antara klien dan terapis yang bergerak bersama dengan baik serta terbukanya aliran emosi yang lebih bebas antara klien dengan terapis.
Menurut Masserman ada delapan parameter pengaruh dasar yang mencangkup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi.
a.       Peran social
b.      Hubungan (Persekutuan tarapeutik)
c.      Hak
d.      Retrospeksi
e.      Reduksi
f.      Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat
g.     Resosialisasi
h.     Rekapitulasi

Unsur-unsur psikoterapeutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi. Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapiutik, keadaan mental, dan kebutuhan pasien.

KESIMPULAN
Itervensi Psikologi Klinis dalah upaya untuk merubah perilaku, pikiran dan perasaan seseorang. Intervensi tidak hanya dilakukan oleh psikolog dan dapat digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu intervensi dalam konteks hubungan professional antara psikolog dan pasien adalah psikoterapi. Bentuk-bentuk intervensi klinis diantaranya adalah rehabilitasi psikososial,intervensi preventif dan psikoterapi.
Dalam Psikoterapi terdapat tiga pendekatan utama yaitu psikodinamika,pendekatan Behavior dan cognitive Behavior ,dan terakhir adalah Psikoterapi Humanistik-Eksistensial, yang berbeda dalam konsep mengenai perkembangan kepribadian dan psikopatologi . Alur umun dalam Intervensi Psikologi Klinis meliputi pertemuan awal,assessment,tujuan dari intervensi,implementasi terapi,pelaksanan,dan evaluasi.

DAFTAR PUSTAKA

Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Corey, Gerald. (2009). Teori Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Refika Aditama.