Nama
: Aditya Nugroho
Kelas
: 3 PA 06
NPM
: 10512243
Perbedaan
Psikoterapi dengan konseling.
Konseling
Berpusat pandang masa kini dan masa yang
akan datang melihat dunia klien.
klien tidak dianggap sakit mental dan
hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama
melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang
ditangani tersebut.
konselor mempunyai nilai-nilai dan
sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya
konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yang dipakai
lebih bersifat manusiawi.
konselor bekerja dengan individu yang
normal yang sedang mengalami masalah.
Psikoterapi
Berpusat pandang pada masa yang
lalu-melihat masa kini individu,
klien dianggap sakit mental.
klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli
psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu
untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan
sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan
teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari
kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam
memegang peranan.
Bentuk
- Bentuk Utama Dari Terapi
TERAPI
SUPPORTIVE
Adalah suatu bentuk terapi
alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik
terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan
hidup terhadap gangguan psikisnya. Terapi suportif menawarkan dukungan kepada
pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau
dekompensasi sementara. Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan
dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah
terganggu. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi
pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan
kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin
terlalu kuat untuk dihadapi.
Tujuan :
· menaikkan fungsi psikologi dan sosial.
· menyokong harga dirinya dan keyakinan
dirinya sebanyak mungkin.
· menyadari realitas, keterbatasannya,
agar dapat diterima.
· mencegah terjadinya relaps.
· bertujuan agar penyesuaian baik.
· mencegah ketergantungan pada dokter.
· memindahkan dukungan profesional
kepada keluarga.
Syarat
pemberian terapi :
· gangguan bersifat sedang.
· kepribadian premorbid pasien yang kuat
disertai dengan adanya pemulihan diri yang kuat.
Terapi suportif
menggunakan sejumlah metoda, baik sendiri-sendiri atau kombinasi, termasuk :
kepemimpinan yang kuat, hangat, dan ramah
pemuasan kebutuhan tergantungan
mendukung perkembangan kemandirian yang sah
pada akhirnya
membantu mengembangkan sublimasi yang
menyenangkan (sebagai contohnya, hobi)
istirahat dan penghiburan yang adekuat
menghilangkan ketegangan eksternal yang
berlebihan.jika mungkin
perawatan di rumah sakit jika diindikasikan
medikasi untuk menghilangkan gejala
bimbingan dan nasehat
dalam menghadapi masalah sekarang. Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu
pasien merasa aman, diterima, terlindungi, terdorong dan tidak merasa cemas.
TERAPI
REEDUCATIVE
Untuk mencapai
pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar,
dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri, memodifikasi tujuan dan
membangkitkan serta mempergunakan potensi-potensi kreatif yang ada.
Cara-cara
psikoterapi reduktif antara lain :
· terapi hubungan antar manusia
(relationship therapy)
· terapi sikap (attitude therapy)
· terapi wawancara (interview therapy)
· analisa dan sinthesa yang distributif
(terapi psikobiologik Adolfmeyer)
· konseling terapetik
· terapi case work
· reconditioning
· terapi kelompok yang reduktif
· terapi somatic 2
TERAPI
RECONSTRUNCTIVE
Terapi Rekonstruktif
yakni menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas,
interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi. Terapi ini untuk mencapai
pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan
usaha untuk mendapatkan perubahan yang luar daripada struktur kepribadian dan
pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri
yang baru.
Tujuan
Terapi Rekonstruktif
Perombakan radikal
daripada corak kepribadian hingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri
yang lebih efisien, akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan
emosional dengan dilahirkannya potensi adaptif baru.
Cara
psikoterapi reconstructive :
· Psikoanalisa Freud
· Psikoanalisa non Freud
· psikoterapi yang berorientasi kepada
psikoanalisa
Referensi
1.
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT
Raja Grafindo
2.
Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar