Nama : Aditya Nugroho
Npm : 10512243
Kelas : 3PA06
Pengorganisasian Struktur Manajemen
A. Definisi pengorganisasian
Pengorganisasian adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan manusia,
keuangan, hal-hal fisik, yang bersifat informasi, dan sumber daya yang
diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.
B. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen
Dalam dunia bisnis saat ini, para eksekutif besar tidak hanya
beradaptasi pada kondisi yang berubah, tetapi juga menerapkan-secara
fanatik, dengan bersemangan secara konsisten, dan dengan disiplin –
prinsip prinsip manajemen dasar. Dasar-dasar ini termasuk keempat fungsi
tradisional dari manajeme: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengendalian. Keempatnya tetap relevan dan masih memberikan
dasar-dasar yang diperlukan pada tahap awal pendirian dan juga pada
tahap memantapkan perusahaan. Fungsi pengorganisasian adalah menciptakan
sebuah organisasi yang dinamis.
Actuating Dalam Manajemen
A. Definisi Actuating
Actuating adalah proses menggerakkan atau memotivasi anggota agar
bersemangat dan tergerak untuk bekerja dalam rangka mencapai tujuan
organisasi.
B. Pentingnya Actuating
Dalam melaksanakan fungsi actuating, seorang manajer harus mampu
menetapkan dan memuaskan kebutuhan para staf, memberi penghargaan,
memimpin, mengembangkan, serta meemberi kompensasi kepada mereka. Oleh
karena itu, actuating sangat diperlukan oleh karyawan untuk memotivasi
mereka agar dapat lebih bersemangat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
C. Prinsip Actuating
1. Prinsip mengarah kepada tujuan
2. Keharmonisan dengan tujuan
3. Prinsip kesatuan komando
Mengendalikan Fungsi Manajemen
A. Definisi controlling
Controlling adalah kegiatan pengawasan dengan cara melakukan penilaian dan mengendalikan jalannya kegiatan organisasi.
B. Langkah-langkah dalam control
Secara umum, proses pengawasan (controlling) meliputi langkah-langkah berikut:
1. Penetapan standar dan metode penilaian kinerja;
2. Penilaian kinerja;
3. Penilaian apakah kinerja memenuhi standar atau tidak;
4. Pengambilan tindakan koreksi.
C. Control sebagai fungsi manajemen
Manajemen proses merupakan fungsi-fungsi manajemen secara akumulatif,
yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Pengawasan (controlling)merupakan proses dalam menetapkan ukuran kinerja
dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang
diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.
Motivasi
A. Definisi motivasi
Motivasi adalah hal yang mendorong seseorang melakukan sesuatu dan mengeluarkan seluruh usaha dan energinya untuk itu.
B. Definisi motivasi kerja
Motivasi kerja adalah dorongan kehendak yang memengaruhi perilaku tenaga
kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja karena adanya
keyakinan bahwa peningkatan produktivitas mempunyai manfaat bagi
dirinya.
C. Teori-teori motivasi
1. Teori Hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow. Maslow mengatakan
bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan
dasar, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, social, penghargaan, dan
kebutuhan untuk aktualisasi diri.
2. Teori X dan Teori Y dari Douglas McGregor. McGregor mengemukakan
dua pandangan nyata mengenai manusia: pandangan pertama pada dasarnya
negative, disebut teori X dan yang kedua pada dasarnya positif, disebut
teori Y.
3. Teori dua factor dari Frederick Herzberg. Teori ini juga disebut
teori hygiene (motivation-hygiene theory). Dengan keyakinan bahwa
hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa
sekap seseorang terhadap pekerjaan bias dengan sangat baik menentukan
keberhasilan atau kegagalan.
Kepuasan Kerja
A. Definisi kepuasan kerja
Handoko (1987) dan Asa’ad (1987) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai
penilaian atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal
ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala
sesuatu yang dihadapi dlingkungan kerjanya.
B. Aspek-aspek kepuasan kerja
Menurut Robbins (1996) ada lima aspek kepuasan kerja, yaitu:
1. Kerja yang secara mental menantang
2. Ganjarang yang pantas
3. Kondisi kerja yang mendukung
4. Rekan kerja yang mendukung
5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
C. Faktor-faktor penentu kepuasan kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, dapat digunakan Job
Description Index (JDI) yang menurut Luthans (1995) ada lima, yaitu:
· Pembayaran, seperti gaji dan upah.
· Pekerjaan itu sendiri.
· Promosi pekerjaan.
· Kepenyeliaan (supervisi).
· Rekan sekerja.