Minggu, 29 Desember 2013

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTERPERSONAL 5

I. Pendahuluan

         Bicara tentang ketertarikan interpersonal dalam internet, Komputer merupakan media komunikasi yang memberikan tempat baru bagi pengaruh keakraban. Kenyataannya, seseorang dengan jarak ribuan mil menjadi tidak berarti dengan adanya internet walau tidak bisa bertemu. Keakraban dan jarak fungsional ditentukan oleh layar komputer. Apakah terdapat perbedaan antara hubungan yang dijalin via komputer dibanding dengan yang dibentuk dalam kehidupan sehari-hari? Jawabannya tentu saja iya, karena ketika berjumpa melalui internet, ketertarikan berkembang melalui kualitas percakapan, sedangkan mereka yang berjumpa secara langsung dengan tatap muka ketertarikannya lebih tergantung pada daya tarik fisik (Mc Kenna, Green, & Gleason, 2002). Jika kita bertemu dengan orang baru secara tatap muka kita segera melihat penampilan fisiknya. Sebaliknya, ketika orang bertemu online, mereka dapat menyembunyikan tampangnya dan ciri lain yang mungkin menurunkan daya tariknya, seperti rasa gugup saat berada dalam situasi sosial. Anonimitas internet dapat memudahkan orang untuk mengungkapkan informasi personalnya. Sebagai akibatnya, individu mungkin merasa bahwa mereka lebih mampu mengekspresikan aspek-aspek penting dari diri riil mereka saat berinteraksi melalui internet. Katelyn McKenna dan rekannya (2002) memperkirakan bahwa orang mungkin menjalin persahabatan awal dengan cepat secara online ketimbang melalui tatap muka.  

II. Rumusan Masalah.

1. Apa yang dimaksud dengan ketertarikan interpersonal dalam internet?
2.Apa saja hambatan psikologi dalam interpersonal online-relation?
3.Apa saja perilaku negative dalam interpersonal online-relation?

III. Tujuan.

1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami fenomena ketertarikan interpersonal melalui internet.
2. Mahasiswa memahami dan menjelaskan keterbatasan saat melakukan interpersonal online-relation.
3. Mahasiswa memahami dan menjelaskan perilaku-perilaku negate dalam interpersonal online
     relation.  

IV.  Pembahasan

F. Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet.
Tidak bisa dipungkiri bahwa internet sangat dibutuhkan semua orang di jaman yang sudah modern ini, seperti menonton video melalui youtube, melakukan komunikasi dengan teman atau pacar melalui jejaring sosial yang ada di internet dengan menggundakan facebook dan twitter. Internet juga memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Sisi positifnya itu seperti mencari informasi dengan menggunakan internet dan juga dapat mendapat pelajaran dari internet

Pengaruh internet dalam kehidupan Perkembangan zaman semakin canggih menghasilkan produk yang canggih juga, dengan kecanggihan tersebut memudahkan manusia untuk berinterakasi atau bersosialaisasi dengan yang jaraknya jauh. Kecanggihan teknologi yang semakin cepat menutut manusia untuk hidup serba mudah dan cepat, termasuk di Indonesia. Keuntungan yang di dapat dari teknologi tersebut sangat besar dan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Ekonomi , sosial, budayua, pendidikan semuanya terpengaruh oleh adanya kemajuan teknologi jadi apabila kita tidak dapat mengikuti perkembangan zaman maka orang tersebut akan ketinggalan zaman. Salah satunya adalah dunia internet.Salah satunya adalah berkomuniksi lewat dunia maya atau dengan menggunakan internet, seperti chatting, ym-an, dan lain -lain. Ini ada penjelasan mengenai kekurangan dan kelebihan akan berkomunikasi bermedia termasuk dalam internet.

a.  Salah satu kelebihannya adalah efektif dalam waktu karena dapat berkomunikasi dengan jarak jauh, antara satu sama lain tidak berada ditempat yang sama tetapi masih bisa berkomunikasi dan jangkauannya dapat keseluruh pelosok di dunia
b.  Bisa menjalin komunikasi secara cepat karena tidak perlu untuk bertemu atau bertatap muka langsung 

G.  Hambatan Psikologi dalam Interpersonal online-relation.

Kekurangan  dan Hambatan :

a. Antara kedua orang tersebut kurang bahkan tidak merasakan kedekatan emosional karena tidak melihat wujud fisik dari lawan bicaranya
b. Tidak dapat melihat komunikasi non verbal yang diberikan komunikator kepada komunikannya padahal komunikasi non verbal itu penting dalam melakukan komunikasi agar terbentuk mutual understanding antara keduanya.
c.Begitu juga dalam penggunaan internet, biaya yang dikeluarkan lebih banyak daripada berkomunikasi dengan telepon karena harus mempunyai perangkat PC atau laptop beserta dengan jaringan telepon yang disambungkan untuk mengakses internet itu sendiri, kalaupun tidak menggunakan PC atau leptop sendiri maka akan mengeluarkan biaya untuk ke warnet untuk mengakses internet. Kemudian jika menggunakan media internet dalam melakukan komunikasi bermedio maka diperlukan keahlian khusus dalam mengoperasikan komputer maupun situs-situs yang ada di internet itu sendiri.
d. Banyak kebohongan yang terdapat dalam penggunaan media terlebih media virtual karena tidak dapat melihat gerak-gerik maupun gesture yang diungkapkan dalam non verbal dari lawan bicaranya dan pesan yang disampaikan tidak dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan karena tidak ada bukti yang otentik.
e. Etika dan Norma yang minim yaitu sering adanya komentar yang kurang baik dan saling terjadi pertentangan dan perdebatan  yang biasanya tentang SARA  itu sering terjadi dalam beberapa situs.
f. Kurang terjamin nya komitmen yaitu sring terjadi ingkar janji  di dalam suatu hubungan perjanjian di internet.
g. Adanya Identitas Palsu, seperti yang kita lihat sekarang banyak sekali orang yang memalsukan identitasnya. Dalam kata lain dia tidak menjadi dirinya sendiri. Seperti dalam facebook ataupun twitter dan jejaring sosial lainnya.

H.  Perilaku Negatif dalam Interpersonal online-raltion.

1)  Kebebasan mengakses situs-situs buruk (situs porno)
Dengan kemudahan akses dalam berinternet, banyak situs-situs yang secara sengaja atau tidak sengaja terdapat banner atau iklan yang menampilkan gambar porno. Hal ini terkadang dapat di lihat ileh netter yang berumur masi muda atau belum cukup umur yang jika pc mereka tidak di protect oleh orang tua mereka.

2)  Perilaku negatif yang menimbulkan sikap SARA
Kurang adanya norma dan etika ketika kita berkomunikasi bisa saja menimbulkan ucapan atau sikap yang nantinya akan merujuk kepada arah yang menjelekkan suku, agama, atau ras. contoh  akun akun yang berisi pro dan kotra dalam jejaring sosial.

3) Cyber Cheating bisa dibilang perselingkuhan. ketika seseorang yang secara nyata memiliki pasangan di dunia nyata, mereka bisa memiliki pasangan juga didunia maya.seperti  ada seorang lelaki yang sudah beristri ia mengunakan nama samara dan menuliskan baha dalam statusnya dia single dan tertarik untuk memiliki pasangan dan akhirnya iapun mencari wanita dan melakukan perselingkuhan tanpa di ketahui istrinya dan keluargannya.

4) Cyber Flirting adalah merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan negatif karena terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun.  Yang terkadang banyak yang melakukan pemalsuan nama atau mengunakan nama samara, sehingga dapat menimbulkan masalah apalagi ia mengunakan akun seseorang dan mengoda orang lain kata yang popular sekarang adalah di bajak. Dan terkadang si pengoda juga mengunakan akun dirinya sendiri contohnya di jejaring social si pengoda dapat mengoda pasangan orang lain dangan  kata kata yang terkadang tidak wajar atau tidak baik maka akan menimbulkan masalah.


V. Kesimpulan.

Bicara tentang ketertarikan interpersonal dalam internet, Komputer merupakan media komunikasi yang memberikan tempat baru bagi pengaruh keakraban. Kenyataannya, seseorang dengan jarak ribuan mil menjadi tidak berarti dengan adanya internet walau tidak bisa bertemu. Keakraban dan jarak fungsional ditentukan oleh layar komputer. Apakah terdapat perbedaan antara hubungan yang dijalin via computer dibanding dengan yang dibentuk dalam kehidupan sehari-hari? Jawabannya tentu saja iya, karena ketika berjumpa melalui internet, ketertarikan berkembang melalui kualitas percakapan, sedangkan mereka yang berjumpa secara langsung dengan tatap muka ketertarikannya lebih tergantung pada daya tarik fisik (Mc Kenna, Green, & Gleason, 2002). Jika kita bertemu dengan orang baru secara tatap muka kita segera melihat penampilan fisiknya. Sebaliknya, ketika orang bertemu online, mereka dapat menyembunyikan tampangnya dan ciri lain yang mungkin menurunkan daya tariknya, seperti rasa gugup saat berada dalam situasi sosial. Anonimitas internet dapat memudahkan orang untuk mengungkapkan informasi personalnya. Sebagai akibatnya, individu mungkin merasa bahwa mereka lebih mampu mengekspresikan aspek-aspek penting dari diri riil mereka saat berinteraksi melalui internet. Katelyn McKenna dan rekannya (2002) memperkirakan bahwa orang mungkin menjalin persahabatan awal dengan cepat secara online ketimbang melalui tatap muka.


VI. Daftar Pustaka.

Ahmadi, A. (1991). Psikologi sosial (edisi revisi). Bandung: Rineka
Ci Handout Psi Sosial II: KETERATARIKAN INTERPERSONAL/ MM. Nilam Widyarini pta
Aronson, E., Wilson. T.D., & Akert, R.M. (2007). Social Psychology (6th edition). Singapore: Pearson Prentice Hall.
http://javeierdavid.blogspot.com/2012/11/psikologi-sosial-ketertarikan.html
http://sluhur.blogspot.com/2012/10/fenomena-interpersonal-di-internet.html

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTERPERSONA 4

I. Pendahuluan

Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi(TIK) di Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa seiring kemajuan pesat teknologi itu sendiri. Pengguna sosial media seperti Facebook,Twitter,Blog,You Tube,Koprol,Kaskus,MIG33 meningkat tajam di Indonesia. Data dari PB+ 2010 menyebutkan bahwa pengguna Blog di Indonesia hampir mencapai 2 juta orang,sedang pengguna Facebook di Indonesia mencapai 25 juta orang per Juli 2010,bahkan pengguna Twitter di Indonesia berada diperingkat 6 dunia(2,41% dari total pengguna twitter dunia). Ini membuktikan bahwa orang Indonesia sangat gemar untuk berinteraksi dan berteman. Dari interaksi-interaksi yang intens antar sesama pengguna sosial media,terciptalah beragam komunitas online.

II. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah komunitas online?
2. Apa yang dimaksudkan dengan polarisasi dalam internet dan kelompok?
3. Apa saja kelompok unik dalam internet dan kelompok kerja virtual?
4. Apa yang dimaksud kelompok kerja dan brainstorming elektronik?
5. Bagaimana cara mengembangkan kepercayaan dalam tim virtual? 

III. Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sejarah terbentuknya komunitas online (social
     network).
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami ada dan terjadinya polarisasi dalam internet.
3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami berbagai kelompok yang terbentuk di internet.
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami adanya brainstorming elektronik dalam kelompok.
5. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang pengembangan kepercayaan dalam virtual.

IV. Pembahasan

A. Sejarah Komunitas Internet.

Berbicara tentang komunitas,ada baiknya kita mengetahui dulu apa arti dari komunitas itu. Komunitas adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi diantara anggotanya berdasarkan adanya kesamaan. Komunitas terbentuk bisa karena kesamaan asal daerah dari anggotanya(misal: Paguyuban Madura,Komunitas Lampung,Komunitas Anak Medan), kesamaan nama(misal: Komunitas Asep), kesamaan hobby(misal: Komunitas Mancing Mania,Komunitas Parkour), kesamaan profesi(misal: Lawyer Club, Ikatan Akuntan Indonesia), kesamaan menggunakan produk tertentu(misal : Komunitas Yamaha Club,Komunitas Honda Tiger), kesamaan ngefans klub olahraga(misal : komunitas MU Mania,Jak Mania),kesamaan menggunakan platform online tertentu(misal: Komunitas Blogger,Tweeps,Facebooker). 

Sebuah komunitas harus melakukan kegiatan rutin yang menandakan bahwa komunitas itu eksis. Dengan kata lain sebuah komunitas tanpa kegiatan menandakan komunitas itu mati. Beberapa contoh kegiatan rutin komunitas:Komunitas Parkour Jakarta rutin melakukan latihan fisik di Senayan setiap weekend, Komunitas Sepeda Onthel rutin ngumpul dan bersepeda ria saat Car Free day, Komunitas B-H-I rutin nongkrong bareng Jumat malam di seputar Bunderan HI. Tentunya orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas melakukan satu kegiatan bersama dalam suasana bersahabat dan menyenangkan.

B.  Polarisasi dalam Internet – Polarisasi Kelompok.

Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.

Berdasarkan perbedaan status, keadaan, kepribadian, dan kebiasaan para pengguna internet umumnya akan terbentuk kelompok-kelompok atau forum-forum yang memiliki tujuan masing-masing. Pengelompokan di internet juga dapat berasal dari fasilitas internet yang beragam seperti beragamnya layanan yang disediakan internet seperti fasilitas jejaring sosial, fasilitas streaming, fasilitas berbagi informasi, fasilitas unggah dan unduh, fasilitas jual beli, fasilitas cloud software, dan sebagainya. Hal tersebut dapat kita katakan sebagai sebuah polarisasi internet, yang daripadanya akan terbentuk kelompok-kelompok pengguna.

Sebagai contoh polarisasi yang diakibatkan oleh fasilitas internet adalah pembentukan kubu para pengguna. Misalkan anda adalah pengguna layanan jejaring sosial dibawah. Maka disadari atau tidak anda sudah ikut terpolarisasi dan menjadi bagian dari salah satu kelompok pengguna salah satu fasilitas jejaring sosial diatas. Karena tanpa disadari anda akan mengatakan hal seperti “Hai kamu sudah mendapatkan materi yang aku share di facebook” atau “Periksa tweet saya ya, mungkin kamu akan terkejut” dan anda akan mengatakan hal yang demikian hanya dengan orang yang memiliki akun di jejaring sosial yang sama karena tidak mungkin anda menyuruh orang yang hanya memiliki akun facebook untuk menanggapi tweet anda maupun sebaliknya terkecuali telah dilakukan proses sinkronisasi daiantara keduanya.Selain itupun polarisasi dapat terjadi karena perbedaan layanan pada internet seperti :
      1.  Jejaring Sosial  
Disini user dapat berbagi informasi dan data pribadi maupun berbagi pengetahuan dengan teman yang menggunakan jejaring sosial yang sama. Seperti munculnya sekelompok pengguna facebook atau twitter.
  
       2. Streaming
 Dengan fasilitas streaming user dapat berbagi video mereka, serta dapat mengomentari serta me-rating video sendiri maupun orang lain yang mengupload videonya ke situs streaming tersebut.

    3. Forum Komunitas Maya
 Forum Komunitas maya adalah proses polarisasi internet yang paling jelas terlihat, karena didalamnya jelas terlihat sekumpulan orang dengan kesamaan tertentu seperti kesamaan tempat tinggal, status, hobi, serta kepribadian.

    4. Cloud Storage
Fasilitas cloud storage juga merupakan salah satu aspek yang terlibat dalam polarisasi internet. Beberapa user biasanya lebih memilih menggunakan beberapa situs storage lokal yang meminimalisasi waktu unduh dan unggah sementara yang lainnya memilih situs storage luar yang memiliki kapasitas besar.

     5. Surel
Surel atau surat elektronik adalah fasilitas penyedia surat-menyurat elektronik (e-mail). Walaupun terdapat kelompok pengguna dalam fasilitas surel, hal ini tidak menutup pengguna fasilitas surel provider lain berkomunikasi dengan kita.

      6. Blog
Dengan fasilitas blog, user dapat membagi informasi tentang berbagai hal kepada pembaca blog tersebut. Di internet terdapat beberapa situs yang menyediakan jasa penyediaan blog seperti Blogspot, WordPress, Ngeblogs dan sebagainya.

     7. Milist
Milist atau kependekan dari Mailing list memiliki fungsi sebagai penyedia kelompok diskusi online secara real time. Di dalam milist terdapat kelompok-kelompok yang dibagi berdasarkan topic yang dibicarakan dalam kelompok.

      8.Chatting dan Teleconference
 Layanan chatting dan teleconference dapat digunakan user untuk mengobrol dengan user lain secara real time, bahkan dengan teleconference user dapat bertatap muka dengan user lain secara real time.

Dengan adanya polarisasi internet berdasarkan kegunaanya dapat terjadi pengelompokkan. Baik kelompok yang memiliki tujuan ataupun sebuah kelompok orang yang memiliki kesamaan nasib atau pilihan. Polarisasi internet bahkan dapat terjadi pada sekelompok orang yang secara tidak sadar menggunakan google sebagai search engine, memang tidak ada hubungan/ komunikasi antara mereka namun orang dapat memandang bahwa mereka adalah pengguna google atau “kelompok” orang yang menggunakan web browser google.


Selain itupun dalam dunia maya terdapat forum yang dimana setiap anggotanya menyadari mereka adalah bagian dari forum itu atau bagian dari kelompok itu. Contohnya adalah pengguna forum kaskus yang akan melabelkan setiap anggotanya sebagai kaskusers. Serta dalam kelompok tersebut biasanya terdapat suatu aturan yang tertulis maupun yang berupa tata krama yang merupakan aturan bagi kelompok tersebut dalam bertindak dan berbuat, seperti pelarangan memberikan komentar berbau SARA, flaming, atau spam di suatu thread (artikel)yang merupakan aturan tertulis serta kata sapaan “gan” atau “sis” yang digunakan anggota forum dalam berkomunikasi sesama anggota. 


C.  Kelompok Unik dalam Internet – Kelompok Kerja Virtual.

        Di dalam dunia internet terdapat banyak sekali kelompok-kelompok atau biasa yang disebut dengan komunitas (fanbase) dari kelompok musik, kelompok jual beli barang, kelompok sosial, dsb. Ini sangat bermanfaat bagi si pengguna karena mulai dari dunia maya kita dapat mengenal satu sama lain orang-orang yang mempunyai hobi dan kebiasaan yang sama, orang-orang yang tadinya tidak kita kenal tetapi dengan adanya kelompok unik ini melalui internet kita dapat bersosialisasi dengan anggota-anggota lain. Hobi yang sama, mempunyai barang yang hampir sama karena sama-sama memiliki rasa kekaguman sehingga apapun barangnya, bagaimanapun bentuk dan cara menggunakannya kalau sudah terlanjur suka dan kagum pasti akan terus-menerus dicari, bahkan ada yang sampai mencari barang yang dia suka dia dengan keberaniannya serta niat yang sangat tinggi sampai ke luar negeri. Ini mungkin ada beberapa contoh analisa tentang kelompok-kelompok unik dalam 
 
D.  Kelompok Kerja & Brainstroming Elektronik.

        Brainstorming merupakan teknik kreativitas yang dirancang untuk menghasilkan sejumlah ide - ide besar untuk solusi suatu masalah . Elektronik brainstorming adalah versi komputerisasi dari teknik brainwriting manual. Hal ini biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik (EMS), tetapi juga bentuk yang lebih sederhana dapat dilakukan melalui email dan mungkin browser berbasis, atau menggunakan peer-to-peer software. Dengan sistem pertemuan elektronik, peserta berbagi daftar ide di atas internet. Ide dimasukkan secara independen. Kontribusi segera menjadi terlihat untuk semua dan biasanya anonim untuk mendorong keterbukaan dan mengurangi prasangka pribadi. Modern EMS juga mendukung sesi brainstorming asynchronous selama waktu yang lama serta kegiatan tindak lanjut khas dalam pemecahan masalah secara kreatif kategorisasi proses seperti ide, penghapusan duplikat, penilaian dan diskusi atau kontroversial diprioritaskan brainstorming ide.

E.  Mengembangkan Kepercayaan dalam Tim Virtual.

        Untuk menciptakan teknologi baru para anggota Tim Virtual dituntut untuk berkolaborasi antar anggota tim . Hal ini hars ditunjang dengan dipupuknya kepercayaaan antar anggota tim . Hal ini dapat dilakukan oleh Leader tim dengan melakukan langkah - langkah sebagai berikut :
•     Meningkatkan tanggung jawab bersama

•    Pertukaran informasi

•    Pengembangan ide - ide baru

•    Memberikan motivasi kepada team

•    Berani mengambil resiko dan tanggung jawab ketika proyek tersebut mendapat masalah dan dengan cepat menyelesaikan masalah tersebut

•    Menciptakan kejujuran dan keterbukaan satu sama lain

V.  Kesimpulan

        Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring social, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Berdasarkan perbedaan status, keadaan, kepribadian, dan kebiasaan para pengguna internet umumnya akan terbentuk kelompok-kelompok atau forum-forum yang memiliki tujuan masing-masing.

Pengelompokan di internet juga dapat berasal dari fasilitas internet yang beragam seperti beragamnya layanan yang disediakan internet seperti fasilitas jejaring sosial, fasilitas streaming, fasilitas berbagi informasi, fasilitas unggah dan unduh, fasilitas jual beli, fasilitas cloud software, dan sebagainya. Hal tersebut dapat kita katakan sebagai sebuah polarisasi internet, yang daripadanya akan terbentuk kelompok-kelompok pengguna.


 VI.  Daftar Pustaka


http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial#Situs_jejaring_sosial

http://deathneverlost.wordpress.com/2012/10/31/polarisasi-dalam-internet-hingga-terbentuk-kelompok/
http://artikelduniawanita.com/fakta-unik-tentang-komunitas-internet.html

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL 3

I.  Pendahuluan

a.  Latar belakang

Selain membawa pengaruh positif, internet juga membawa pengaruh negative. Akibat kegunaannya dan kemudahan dalam mengakses internet, menjadikan meningkatnya para adiksi internet. Beberapa bentuk Kecanduan atau adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku berjam-jam bahkan ada yang sampai berhari-hari di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dan lupa dengan aktivitas lainnya dan kehidupan sekitar

b.  Rumusan masalah
1.  Bagaimana factor etiologi pengguna internet?
2.  Apa saja jenis-jenis adiksi?

c.  Tujuan

1.  Dapat menjelaskan tentang factor etiologi pecandu internet.
2.  Dapat menjelaskan jenis-jenis adiksi

II.  Analisa dan Pembahasan

E. Internet Addiction

Factor etiologi

Kecanduan didefinisikan sebagai dorongan kebiasaan untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau menggunakan zat, bukan dengan berdiri konsekuensi buruk pada individu fisik, sosial, spiritual, mental, dan kesejahteraan finansial. Alih-alih mengatasi hambatan hidup, mengatasi stres sehari-hari dan menghadapi trauma masa lalu atau sekarang, pecandu merespon maladaptif dengan beralih ke mekanisme koping semu. Biasanya, kecanduan memanifestasikan karakteristik psikologis dan fisik. Sebagai kecanduan perilaku, fokus pada isu-isu psikologis yang meningkatkan konsumsi internet adalah membantu untuk membantu dalam pemahaman klinis mengapa orang berlebihan.

Cognitive-behavioral Model: Kecanduan teknologi sebagai bagian dari kecanduan perilaku: kecanduan internet menampilkan komponen inti dari kecanduan (kedudukan kentara, mood modifikasi, toleransi, penarikan, konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, pecandu internet ditampilkan arti-penting kegiatan, sering mengalami keinginan dan perasaan disibukkan dengan internet saat offline. Ia juga menunjukkan bahwa menggunakan internet sebagai cara untuk menghindari perasaan mengganggu, mengembangkan toleransi internet untuk mencapai kepuasan, mengalami penarikan, kapan mengurangi penggunaan intenet, penderitaan saat meningkatnya konflik dengan orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet juga tanda-tanda kecanduan. Model ini telah diterapkan pada perilaku seks tersebut, berjalan, konsumsi makanan, dan perjudian.

Neuropsychological Model: Seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan ia memenuhi siapa pun dari tiga kondisi berikut: (1) salah satu akan merasa bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di kehidupan nyata, (2) salah satu akan pengalaman dysphoria dan depresi setiap kali akses ke internet rusak atau kusut berfungsi, (3) orang akan mencoba untuk menyembunyikan waktu penggunaan yang benar nya dari anggota keluarga.

Situational Factors: Faktor situasional berperan dalam pengembangan kecanduan internet. individu yang merasa kewalahan atau yang mengalami masalah pribadi atau yang experince mengubah hidup acara seperti divorve arecent, relokasi, atau kematian dapat menyerap diri dalam dunia maya yang penuh fantasi dan intrik

Jenis-jenis adiksi :

         Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi. Escape: Bagi sebagian orang, penguatan utama untuk terlibat dalam perjudian internet akan menjadi kepuasan mereka mengalami online. Dissociation Immersion: Media internet dapat memberikan perasaan disosiasi atau perendaman dan dapat memfasilitasi rasa melarikan diri.

III.  Kesimpulan

        Kecanduan didefinisikan sebagai dorongan kebiasaan untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau menggunakan zat, bukan dengan berdiri konsekuensi buruk pada individu fisik, sosial, spiritual, mental, dan kesejahteraan finansial, kecanduan memanifestasikan karakteristik psikologis dan fisik. Sebagai kecanduan perilaku, fokus pada isu-isu psikologis yang meningkatkan konsumsi internet adalah membantu untuk membantu dalam pemahaman klinis mengapa orang berlebihan. Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet.

IV.  Referensi
Young, K.S. & de Abrue, CN. 2011. Internet Addiction:a handbook and guide to evaluation and treatment. New Jersey. John Wiley and Sons

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONA 2

I.  Pendahuluan
 
A.  Latar belakang
Setiap pengguna internet memiliki peran tersendiri dalam berinteraksi didalam dunia maya. Peran social seseorang dalam berinteraksi di dalam dunia maya juga menentukan perilaku atau kelakuan oarng itu sendiri. Seperti peran negative atau perilaku yang dilakukan seseorang akan membawa peran negative juga, tidak hanya terhadap diri sendiri melainkan terhadap masyarakat luas.
 
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peranan social individu dalam internet?
2. Apakan dampak negative dari perilaku individu?
C. Tujuan
1. Dapat memahami peran social dan prososial individu dalam internet
2. Dapat mengetahui dan memahami dampak negative dari perilaku negative individu
 

II.  Analisa dan Pembahasan
 
C.  Peran Sosial Individu
        Dengan setiap teknologi baru, hampir selalu ada periode terkait re-ogranisasi sosial dan kultur dan refleksi, dan kadang-kadang bahkan kecemasan dan konflik. Hampir selalu ada juga banyak pembicara jurnalis, ulama, dan orang biasa mencoba untuk memahami apa yang mereka ketahui dan mendengar tentang perkembangan teknologi baru. Sering mitos populer tentang teknologi baru dapat menjadi ekstrim, cenderung membesar-besarkan dampak negatif atau positif mereka percaya bahwa teknologi akan memiliki pada masyarakat, interaksi sosial, dan psikologis individu. Setiap peran sosial adalah serangkaian hak, kewajiban, harapan, norma, dan perilaku seseorang yang harus dihadapi dan dipenuhi. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa orang-orang bertindak dengan cara yang dapat diprediksikan, dan bahwa kelakuan seseorang bergantung pada konteksnya, berdasarkan posisi sosial dan faktor-faktor lain. Perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong.Determinisme teknologi karena melihat teknologi sebagai besar 'penggerak dan pengocok' balik transformasi sosial yang besar pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi individu.
 
D.  Dampak Negatif dalam Penggunaan Internet
        Secara singkat , ada aktivitas seksual di dunia internet yang lebih daripada pendidikan erotis . Ini berarti berbagai website dan sumber daya online yang menawarkan berbagai informasi kesehatan seksual . Bahkan , jika Anda menjalankan pencarian seks melalui google , ada kemungkinan untuk menemukan sebuah website yang menawarkan nasihat seks yang lebih aman seperti Anda menemukan porno webcam . Terutama bagi orang-orang yang mungkin tidak sebaliknya dapat mengakses sensitif atau berpotensi menghadapi ancaman informasi online , sumber daya internet seperti cara yang lebih nyaman untuk mencari tahu segala macam informasi dan saran . Salah satu contoh yang baik yang bisa kita pikirkan adalah para remaja peduli isu-isu seputar penyakit infeksi menular seksual atau kehamilan dan saran kontrasepsi . Mungkin juga orang dengan pertanyaan tentang orientasi seksual mereka . Dengan mengenali fungsi ini lebih pendidikan atau informasi dari internet , kita lebih mampu untuk dimasukkan ke dalam perspektif semua asumsi negatif tentang seks atau 'seks perspektif negatif' didalam internet.
Sementara peneliti menggunakan istilah seperti penggunaan internet bermasalah atau patologis, bukti empiris untuk menetapkan bahwa gangguan tersebut ada tetap terbatas. bagi pengguna yang pergi online untuk seel dukungan emosional, chatting, dan bermain game yang sangat interaktif, internet secara sosial membebaskan, yang prozac komunikasi. Ini berarti bahwa orang-orang menunjukkan perilaku antisosial lebih baik dalam berkomunikasi dalam maya daripada dunia nyata. Peneliti juga telah mencoba link 'kecanduan internet' dengan perilaku adiktif lainnya seperti perjudian patologis, kecanduan seksual, perdagangan obsesif, belanja  kompulsif dan gila kerja. Semua perilaku khusus dari kegiatan, mengatakan penelitian terkait dengan penggunaan internet yang berlebihan.
 

III.  Kesimpulan
Perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong. Sementara dampak negative dari perilaku individu dalam internet seperti perilaku adiktif lainnya seperti perjudian patologis, kecanduan seksual, perdagangan obsesif, belanja  kompulsif dan gila kerja. Semua perilaku khusus dari kegiatan, mengatakan penelitian terkait dengan penggunaan internet yang berlebihan.


IV.  Referensi
Gackenbach. 2007. Psychology and the Internet: Intrapersonal,Interpersonal, and transpersonal implications. Kanada. Academic Press.

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONA 1


I. Pendahuluan

A.  Latar Belakang

         Internet merupakan salah satu alat komunikasi yang saat ini sangan banyak digunakan banyak kalangan, salah satu pengguna terbesar adalah remaja. Melalui dunia maya, remaja lebih banyak berinteraksi  namun tidak hanya kepada teman atau orang yang dikenal melainkan orang yang baru dikenal di dunia maya.

Privasi terkadang diperlihatkan untuk mengenalkan diri secara tidak langsung terhadap pengguna social media yang lain. Namun tidak sedikit dari remaja yang memalsukan identitas mereka di social media dengan tujuan tertentu.

B. Rumusan Masalah

1.  Bagaimana aspek psikologis pengguna internet?
2.  Bagiamana aspek demografis dari pengguna internet?

C.  Tujuan

1.  Mahasiswa dapat mengetahui aspek psikologis (fenomena identitas diri melalu internet) pengguna
      internet
2.  Mahasiswa dapat menjelaskan pengaruh demografis pengguna internet

II. Analisa dan Pembahasan

A. Aspek Psikologis dari  Individu Pengguna Internet

        Sebagian riset akademik yang telah dilakukan mengenai facebook memfokuskan pada bagaimana penguna menampilkan identitas diri dan terkait dengan isu privasi. Melihat banyaknya jumlah informasi yang ditampilkan oleh pengguna facebook, kecenderungan terbukanya informasi yang mereka tampilkan serta kurangnya control pengguna akan privasi, Gross dan Acquisti mengemukakan bahwa kemungkinan besar pengguna mempertaruhkan keamanan diri mereka di dunia nyata (offline) sekaligus di dunia maya (online).

        Isu privasi dan keamanan diri dalam penggunaan situs jejaring social umumnya tidak terdefinisikan atau tidak disadari secara luas. Kita dapat melihat sendiri dalam berbagai jenis interaksi seringkali transaksi serta data-data pengguna tersebar secara eksplisit tersebar disitus jejaring social. Selain itu terdapat karakteristik dalam komunikasi bermediasi computer yang dianggap rentan menyebabkan dampak  negative di internet, yaitu anonimitas. Anonimitas ini mendorong kea rah timbulnya disembodiment, sebuah identitas yang tidak tergantung atau dibatasi oleh tampilan fisik. Seperti yang diungkapkan oleh Turkle(1995) “anda dapat menjadi siapa saja di internet. Anda dapat sepenuhnya menciptakan identitas baru sesuai keinginan”.

B.  Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet

         Situs jejaring social memiliki beragam fitus teknis. Namun pada umunya, mereka memuat dan memperlihatkan profil penggunanya serta daftar teman yang juga merupakan pengguna dalam system tersebut. Umumnya profil disusun berdasarkan pernyataan yang mengacu pada usia, gender,  lokasi, dan “tentang saya”. Biasanya pengguna dapat mengetahui gender pengguna lain berdasarkan nama atau foto profil yang diunggah pengguna lain. Ini digunakan untuk memperkenalkan diri kepada dunia maya tentang siapa dan bagaimana tentang dirinya.
         Berangkat dari studi mengenai komunikasi interpersonal dan media, para peneliti telah mengembangkan tipologi untuk berbagai motif dalam penggunaan internet, yaitu:
1.  Kegunaan interpersonal
2.  Mengisi waktu luang
3.  Pencarian informasi
4.  Kemudahan/kenyamanan
5.  Hiburan

III.  Kesimpulan

Internet sangat memudahkan manusia untuk berinteraksi dengan kerabat yang berada jauh. Namun tidak hanya dengan kerabat, tetapi dengan sesame pengguna social media yang tidak dikenal sekalipun. Dalam hal ini, ada beberapa aspek dari pengguna internet seperti aspek psikologis dan aspek demografis yang sangat mempengaruhi pengguna internet.

IV.  Referensi

Lspr. 2010. Beyond Borders: Communication Modernity & History. STIKOM LSPR. Jakarta

LAYANAN APLIKASI DI INTERNET

  I. Pendahuluan

a.  Latar Belakang

        Internet memang menjadi sumber informasi yang paling mudah di akses siapapun dan dimanapun. Melalui internet, segala macam informasi bisa didapatkan dengan mudah, mulai dari ilmu pengetahuan, berita lama dan berita terbaru, sejarah-sejarah mengenai suatu hal, dan lainnya.
        Kemudahan dalam mecari informasi melalui internet telah dimanfaatkan banyak orang untuk menggali informasi bahkan informasi dari ratusan tahun yang lalu. Internet juga dapat digunakan untuk berkomunikasi via teks bahkan bertatap muka antar dunia.

B.  Rumusan Masalah

1.  Apa yang dimaksud dengan World Wide Web?
2.  Apa yang dimaksud dengan E-mail, Search Engine, dan Chatting?
3.  Apa yang dimaksud dengan Netiquette?

c.  Tujuan

1.  Mahasiswa dapan mengetahui dan memahami tentang World Wide Web (WWW)
2.  Mahasiswa dapan mengerti dan menjelaskan tentang E-mail, Search Engine, dan Chatting
3.  Mahasiswa dapam memahami dan mengetahui yang dimaksud dengan Netiquette


II. Analisa dan Pembahasan

A.  World Wide Web (WWW)

         World Wide Web adalah informasi yang dapat diakses melalui internet dimana dokumen-dokumen hypermedia (file-file computer) disimpan dan kemudian diambil dengan cara-cara yang menggunakan metode penentuan alamat  yang unik. World wide web juga merupakan kumpulan computer yang bertindak sebagai server isi/kandungan yang menyimpan dokumen-dokumen yang diformat untuk memungkinkan dilihatnya teks, grafis, dan audio sekaligus juga memungkinkan dibuatnya link dengan dokumen-dokumen lain didalam web.


B.  Electronic Mail (Email)

        E-Mail  merupakan singkatan dari electronic mail yaitu suatu metode untuk mengirimkan pesan , menyimpannya, dan meneruskannya ke alamat email yang lain melalui media elektronik (internet).  Dengan fasilitas ini, kita bisa mengirim atau menerima pesan(email) dari dank e pengguna internet diseluruh dunia, dan setiap pesan yang dikirim dan diterima akan selalu trsimpan didalam mailbox.

C.  Search Engine

        Search Engine adalah perangkat lunak atau lebih sering disebut robot atau jarring laba-laba yang diprogram untuk mencari website terbaru. Robot ini bekerja dengan cara mengunjungi dari website satu ke website lainnya. Saat mengunjungi website, robot-robot akan mencatat setiap halaman yang ada pada setiap website. Robot-robot tersebut akan mengunjungi ulang website yang pernah dikunjungi secara teratur untuk memastikan apakah website yang telah terindeks masih ada atau tidak.

D.  Chatting
 
        Chatting merupakan aplikasi yang sangat banyak digunakan oleh pengguna internet untuk berkomunikasi secara langsung baik menggunakan software internet relay chat (IRC) yang berbasis teks seperti mIRCmaupun grafik seperti Yahoo Messenger. Dengan chatting, anda bisa bicara dengan siapa saja yang terhubung dengan internet.

E.  Netiquette

        Netiquette atau netiket merupakan singkatan dari netter etiket yaitu semacam aturan atau etika dalam berkomunikasi sesame pengguna internet, baik itu dalam berkomunikasi email, mailing list, chatting, dan media komunikasi lainnya yang disepakati sebagai aturan dan etika yang umum.  Beberapa contoh netiquette adalah;
1. Flaming. Jangan memancing flame war (flaming) yang tidak berguna dan jangan terpancing dengan umpan flame. Hindarilah postingan yang sifatnya menyinggung atau memancing emosi yang lain.
2. Junking. Jika ada spam/junk mail, jangan dihiraukan.
3. Jangan kirim file berukuran besar melalui attachment tanpa ijin terlebih dahulu pada penerima email.

III. Kesimpulan

        Internet menjadi sarana komunikasi yang paling mudah di akses dimanapun dan kapanpun. Dengan internet, seseorang dapat mengirimkan pesan, foto, music, ataupun video menggunakan aplikasi yang ada di internet, seperti E-mail. Juga dapat mengirimkan pesan yang dengan langsung yang disebut dengan chatting. Search Engine digunakan untuk mencari/mengunjungi web yang ingin/telah dikunjungi penguna. Namun dalam berkomunikasi antar sesame pengguna internet, ada semacam aturan atau etika yang disebut dengan Netiquette.

IV. Referensi

McLeod, Raymond dkk. 2008. System Informasi Manajemen, edisi 10. Salemba Empat. Jakarta.

Yuhefizar, 2008. 10 Jan Menguasai Internet Teknologi dan Aplikasinya. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

PENGANTAR INTERNET


I. Pendahuluan

a.       Latar Belakang
Saat ini internet merupakan kebutuhan semua orang di seluruh dunia yang setiap saat digunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan. Melalui dunia maya, internet merupakan alat komunikasi yang paling mudah digunakan dan mudah dijangkau hampir semua kalangan.
Awalnya informasi yang dapat diakses melalui internet hanya informasi berbasisi teks, dan internet masih sulit dan hanya digunakan oleh kalangan atas. Namun berdasarkan perkembangannya, internet telah menjadi system komunikasi yang mudah, cepat, dan terjangkau.

b.      Rumusan Masalah
1.       Apa pengertian internet serta bagaimana sejarah internet?
2.       Bagaimana cara mengkoneksikan computer dengan internet?
3.       Apa saja jenis hubungan koneksi internet?
4.       Apa saja perangkat yang dibutuhkan untuk koneksi ke internet?

c.       Tujuan
1.       Mahasiswa dapat memahami dan mengenai pengertian juga sejarah internet.
2.       Mahasiswa dapat memahami bagaimana cara koneksi internet.
3.       Mahasiswa dapat memahami jenis hubungan koneksi ke internet.
4.       Mahasiswa dapat memahami perangkat yang dibutuhkan untuk koneksi ke internet


II. Analisa dan pembahasan

  A.      Pengertian dan sejarah internet

Internet adalah singkatan dari interconnected network. Internet merupakan sebuah system komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan computer di seluruh dunia. Pada tahun 1960-an departemen pertahanan Amerika Serikat melalui Advance Research Projects Agency (ARPA) merintis sebuah system jaringan ARPANET. ARPANET merupakan cikal bakal dari internet.
Pada tahun 1980-an internet mulai digunakan secara terbatas untuk menghubungkan beberapa universitas terkemuka di Amerika Serikat. Protocol standart TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982. System nama domain digunakan pada tahun 1984.
National Science Foundation Network (NSFNET) dibangun pada tahun 1986 dan mulai menggantikan peran ARPANET sebagai jaringan riset di AS. Beberapa jaringan internasional diberbagai Negara mulai dibangun dan dihubungkan dengan NSFNET. ARPANET dibubarkan pada tahun 1990, namun internet masih tetap berkembang hingga sekarang.
Awalnya informasi yang bisa diperoleh melalui internet hanyalah informasi berbasis teks. Pada tahun 1990, layanan berbasis tampilan grafis yaitu World Wide Web (WWW) mulai dekembangkan oleh CERN. Pada tahun 1993, interNIC didirikan untuk melayani pendaftaran nama domain. Sekitar tahun 1994, internet mulai digunakan di Indonesia.

  B.      Koneksi Ke Internet

Setelah membangun koneksi internet,  langkah yang harus dilakukan untuk menghubungkan dengan internet adalah sebagai berikut:
1.       Tampilkan desktop computer.
2.       Jika sudah membuat koneksi internet melalui ISP, bernama benderaNET (sebagai contoh), maka klik icon koneksi bertuliskan benderaNET pada desktop computer menggunakan tombol mouse sebelah kanan.
3.       Ketika muncul menu PopUp, klik connect.
4.       Klik tombol dial dengan nomor 080989999. Ketika proses koneksi dengan internet berhasil, akan muncul sebuah pesan dipojok kanan bawah layar monitor.
5.       Setelah koneksi berhasil, internet dapat digunakan.
Lambatnya koneksi internet disebabkan oleh beberapa factor, factor utamanya adalah kapasitas bandwidth yang diberikan oleh ISP/penyedia jasa internet kepada setiap pengguna berbeda.
 
  C.      Jenis Hubungan Koneksi Internet

Untuk menghubungkan koneksi internet dapat menggunakan kabel merupakan jenis koneksi yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya. Berikut beberapa macam koneksi internet menggunakan media kabel:
1.       Dial-Up, merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur telepon dengan cara menghubungi nomor telepon khusus agar bisa digunakan untuk berinternet.
2.       ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line),merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi dial-up. ADSL/DSL memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yang lebar.
3.        Internet Cabel. Teknologi ini bekerja dengan memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa di broadcast di udara menjadi bentuk sinyal-sinyal yang dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel coaxial.

  D.      Perangkat Yang Dibutuhkan

Untuk mengoptimalkan koneksi internet,  ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu penggunaan perangkat yang digunakan, software tweak internet, browser yang digunakan, tweak registry, dan plugin tertentu.

III. Kesimpulan

Internet merupakan merupakan sebuah sistem komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet mulai digunakan secara terbatas untuk menghubungkan beberapa universitas terkemuka di Amerika Serikat pada tahun 1980. Awalnya informasi yang bisa diperoleh melalui internet hanyalah informasi berbasis teks. Pada tahun 1990, layanan berbasis tampilan grafis yaitu World Wide Web (WWW) mulai dekembangkan oleh CERN.
Lambatnya koneksi internet disebabkan oleh beberapa factor, factor utamanya adalah kapasitas bandwidth yang diberikan oleh ISP/penyedia jasa internet kepada setiap pengguna berbeda. Untuk menghubungkan koneksi internet dapat menggunakan kabel merupakan jenis koneksi yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya

IV. Referensi

Juju, Dominikus dkk.  2008. Teknik Mempercepat Koneksi Internet. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Ramadhan, Arif. 2005. Seri Pelajaran Komputer Internet dan Aplikasinya. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.