Selasa, 29 April 2014

HUBUNGAN TEORI CARL ROGERS DENGAN SALAH SATU KASUS YANG ADA DI INDONESIA

Nama : Aditya Nugroho
NPM : 10512243
Kelas : 2PA06


                                Kasus Vicky Prasetyo dan Hubungan Dengan Teori Rogers


Vicky Prasetyo, mantan tunangan penyanyi dangdut Zaskia "Goyang Itik (Gotik)", menjadi tokoh yang tak habis diperbincangkan di banyak media belakangan ini. Dari mulai gaya bahasanya yang aneh hingga kasus penipuan yang dilakukannya.

Uniknya, anggota keluarga Vicky juga terkesan memiliki perilaku yang mirip dengannya, terutama untuk gaya bicara dan cara menjawab pertanyaan. Lantas, apakah kecenderungan perilaku "unik" Vicky sebenarnya dipengaruhi oleh keluarganya?

Menurut psikolog Kasandra Putranto, kepribadian seseorang memang sedikit banyak dipengaruhi oleh orangtuanya. "Makanya, ada ungkapan yang menyatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2013).

Kasandra menjelaskan, dalam psikologi perkembangan, ada dua hal yang membentuk kepribadian seseorang. Pertama, nature, yang berarti anak mewariskan kepribadian secara genetik dari orangtuanya.

"Namun bukan berarti kepribadian ibunya begini, lantas anaknya juga pasti begini. Anak hanya mewarisi beberapa sifat yang mendasar, selanjutnya pilihan anak sendiri untuk menentukan sikapnya," tutur staf bagian pengembangan profesi dan keilmuan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia ini.

Misalnya, imbuh Kasandra, ibunya memiliki kepribadian sulit mengendalikan impuls menipu, anaknya bisa jadi demikian. Hanya saja, perkara anaknya nanti akan menjadi penipu atau tidak, itu tergantung pilihan anak menyikapi impuls di dalam dirinya.

Selain itu, ada pula nurture, yaitu cara orangtua mendidik dan membesarkan anak. Kasandra mencontohkan, jika orangtua mengajarkan anaknya untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti mencuri atau menipu, kemungkinan anaknya nanti akan memiliki kepribadian yang seperti itu.

Kendati demikian, Kasandra menekankan, kepribadian dapat berkembang dan sikap bisa dipilih. Banyak ditemukan kasus, orangtuanya mengajarkan hal negatif pada anak, tetapi faktanya anaknya tidak lantas berperilaku negatif.

Begitu pula untuk kasus Vicky, kepribadiannya yang terkesan sok pintar dengan memakai bahasa-bahasa "intelek" belum tentu secara mutlak dipengaruhi oleh kondisi keluarganya.
"Terlebih kasus Vicky tidak hanya pemakaian bahasanya saja, tetapi juga diikuti kasus penipuan. Artinya penentuan kepribadiannya tidak sesederhana itu, dan membutuhkan pemeriksaan agar pasti," pungkas Kasandra.

                         
                             Hubungan Kasus Vicky Dengan Teori Kesehatan Mental Rogers

Dalam kasus vicky jelas sekali bahwa dia tidak bisa mengaktualisasikan dirinya kearah yang lebih baik, lebih baik disini berarti dapat mengarahkan dirinya ke keadaan kondisi mental paling sehat dimana dia dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara positif dimata masyararakat.
Disini vicky juga tidak dapat mengimbangi konsep diri yaitu Ideal Self dan Reality Self  dimana dia tidak dapat membedakan keinginan konsep dirinya seperti apa dengan kenyataan yang ada pada dirinya sekarang. Kemampuan berbanding terbalik dengan kenyataan.
Dan akibatnya vicky menjadi pribadi yang dipandang orang tidak sehat karena bukan saja gaya bahasanya yang menggambarkan bahwa ideal dan reality selfnya tidak imbang namun juga perbuatannya diikuti dengan tindakan penipuan, bentuk kejahatan apapun adalah bukti bahwa seseorang memiliki mental yang kurang baik.
Kesulitan akan timbul bila tidak ada ketidaksesuaian antara reality self dengan ideal selfnya (kesenjangan antara harapan dan realita). Jadi Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh.
Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Misalnya, orang mungkin memandang dirinya sebagai; “saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hari, dan menarik”

Sabtu, 05 April 2014

Kesehatan Mental Menurut Rogers

KESEHATAN MENTAL
“ KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS “

Nama Kelompok    :

Aditya Nugroho         ( 10512243 )
 Fanni Juliyani           ( 12512750 )
 Lulu Yolanda Syifa   ( 14512271 )
 Putri Alifia                ( 15512752 )
Yenti Astuti                ( 17512804 )





KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGER


Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metode terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun. Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah. Orang yang sehat menurut Rogers adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Maksud dari aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak-kanakan seperti yang di ajukan oleh aliran Freud , misalnya Toilet training, dan juga pengalaman seksual sebelumnya.



A.    Pokok-pokok Teori Carl Rogers :

a. Struktur kepribadian
          Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. Namun demikian ada tiga komponen yang dibahas bila bicara tentang struktur kepribadian menurut Rogers, yaitu : organisme, medan fenomena, dan self.

1) Organime, mencakup :
a) Makhluk hidup
Organisme adalah makhluk : Lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat.

b) Realitas subjektif
Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah.

c) Holisme
Organisme adalah kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan, yakni tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri.

2) Medan fenomena
          Rogers mengartikan medan fenomena sebagai keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Medan fenomena merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang
hidupnya.


3) Self :
         Self merupakan konsep pokok dari teori kepribadian Rogers, yang intinya adalah :
a)  terbentuk melalui medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu;.
b) bersifat integral dan konsisten;
c) menganggap pengalaman yang tak sesuai dengan struktur self sebagai ancaman;
d) dapat berubah karena kematangan dan belajar.


b. Dinamika kepribadian

            Menurut Rogers, organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami, dalam medan sebagaimana medan itu dipersepsikan.

             Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku, yaitu :
1) Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis, termasuk kebutuhan dasar (makana, minuman, dan udara), kebutuhan mengembangkan dan merinci fungsi tubuh serta generasi.
2) Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri.
3) Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan, yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik.



B. Perkembangan Kepribadian

            Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, dan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri.
Rogers menyatakan bahwa self berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh.

            Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.

Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu :
-     Ideal Self : diri yang diharapkan individu
-    Relity Self : kenyataan yang ada pada diri individual atau keadaan apa adanya
                          pada diri individu.
Kesulitan akan timbul bila tidak ada ketidaksesuaian antara reality self dengan ideal selfnya (kesenjangan antara harapan dan realita). Jadi Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh.
Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Misalnya, orang mungkin memandang dirinya sebagai; “saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hari, dan menarik”