NPM : 10512243
Kelas : 2PA06
Kasus Vicky Prasetyo dan Hubungan Dengan Teori Rogers
Vicky Prasetyo, mantan tunangan penyanyi dangdut Zaskia "Goyang Itik (Gotik)", menjadi tokoh yang tak habis diperbincangkan di banyak media belakangan ini. Dari mulai gaya bahasanya yang aneh hingga kasus penipuan yang dilakukannya.
Uniknya, anggota keluarga Vicky juga terkesan memiliki perilaku yang mirip dengannya, terutama untuk gaya bicara dan cara menjawab pertanyaan. Lantas, apakah kecenderungan perilaku "unik" Vicky sebenarnya dipengaruhi oleh keluarganya?
Menurut psikolog Kasandra Putranto, kepribadian seseorang memang sedikit banyak dipengaruhi oleh orangtuanya. "Makanya, ada ungkapan yang menyatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2013).
Kasandra menjelaskan, dalam psikologi perkembangan, ada dua hal yang membentuk kepribadian seseorang. Pertama, nature, yang berarti anak mewariskan kepribadian secara genetik dari orangtuanya.
"Namun bukan berarti kepribadian ibunya begini, lantas anaknya juga pasti begini. Anak hanya mewarisi beberapa sifat yang mendasar, selanjutnya pilihan anak sendiri untuk menentukan sikapnya," tutur staf bagian pengembangan profesi dan keilmuan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia ini.
Misalnya, imbuh Kasandra, ibunya memiliki kepribadian sulit mengendalikan impuls menipu, anaknya bisa jadi demikian. Hanya saja, perkara anaknya nanti akan menjadi penipu atau tidak, itu tergantung pilihan anak menyikapi impuls di dalam dirinya.
Selain itu, ada pula nurture, yaitu cara orangtua mendidik dan membesarkan anak. Kasandra mencontohkan, jika orangtua mengajarkan anaknya untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti mencuri atau menipu, kemungkinan anaknya nanti akan memiliki kepribadian yang seperti itu.
Kendati demikian, Kasandra menekankan, kepribadian dapat berkembang dan sikap bisa dipilih. Banyak ditemukan kasus, orangtuanya mengajarkan hal negatif pada anak, tetapi faktanya anaknya tidak lantas berperilaku negatif.
Begitu pula untuk kasus Vicky, kepribadiannya yang terkesan sok pintar dengan memakai bahasa-bahasa "intelek" belum tentu secara mutlak dipengaruhi oleh kondisi keluarganya.
"Terlebih kasus Vicky tidak hanya pemakaian bahasanya saja, tetapi juga diikuti kasus penipuan. Artinya penentuan kepribadiannya tidak sesederhana itu, dan membutuhkan pemeriksaan agar pasti," pungkas Kasandra.
Hubungan Kasus Vicky Dengan Teori Kesehatan Mental Rogers
Dalam kasus vicky jelas sekali bahwa dia tidak bisa mengaktualisasikan dirinya kearah yang lebih baik, lebih baik disini berarti dapat mengarahkan dirinya ke keadaan kondisi mental paling sehat dimana dia dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara positif dimata masyararakat.
Disini vicky juga tidak dapat mengimbangi konsep diri yaitu Ideal Self dan Reality Self dimana dia tidak dapat membedakan keinginan konsep dirinya seperti apa dengan kenyataan yang ada pada dirinya sekarang. Kemampuan berbanding terbalik dengan kenyataan.
Dan akibatnya vicky menjadi pribadi yang dipandang orang tidak sehat karena bukan saja gaya bahasanya yang menggambarkan bahwa ideal dan reality selfnya tidak imbang namun juga perbuatannya diikuti dengan tindakan penipuan, bentuk kejahatan apapun adalah bukti bahwa seseorang memiliki mental yang kurang baik.
Kesulitan akan timbul bila tidak ada ketidaksesuaian antara reality self dengan ideal selfnya (kesenjangan antara harapan dan realita). Jadi Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh.
Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Misalnya, orang mungkin memandang dirinya sebagai; “saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hari, dan menarik”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar