Menurut
Umar (2005), CBIS merupakan evolusi sistem informasi yang berbasiskan komputer
yang tahapannya memperlihatkan
perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus
pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan.
Sedangkan menurut Laudon
dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk
pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak
komputer.
Stair
(dalam Fatta,2007) menjelaskan bahwa
sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari
komponen-komponen berikut:
a.
Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan
memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
b.
Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
c.
Database yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa
sehinga mudah diakses pengguna sistem informasi.
d.
Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem
dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang
efektif.
Fatta,
H. A. (2007). Analisis dan perancangan
sistem informasi untuk keunggulan bersaing
perusahaan dan organisasi modern.
Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Umar,
H. (2005). Evaluasi kinerja perusahaan.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Laudon, K. C., &
Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi
manajemen. Jakarta: Salemba
2. Definisi
SIA
Menurut Bastian, 2006
sistem informasi akuntasi adalah sistem yang bertanggung jawab melaporkan
hasil-hasil perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurut Bastian, 2006
sistem informasi akuntasi adalah sebuah sistem yang memerlukan seperangkat
sumber daya yang meliputi prosessor, database, instrument input/output, sumber
daya lainnya.
Menurut Umar (2005), SIA
adalah aplikasi yang menggunakan komputer hanya bersifat pengolahan data
perusahaan secara sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan
produk sampingan.
Kemudian menurut Gaol
(2008), SIA adalah aplikasi yang terjadi dengan sederhana pada sebuah
perusahaan. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke
dalam basis data.
Bastian, I. (2006). Akuntasi
pendidikan. Yogyakarta: Erlangga
Umar,
H. (2005). Evaluasi kinerja perusahaan.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Gaol, C. J. (2008).
Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.
3. Definisi SIM
Menurut Umar (2005), SIM
adalah konsep yang menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama
untuk menyajikan informasi manajemen. SIM merupakan suatu sumber daya
organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer
secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen
atau suatu area fungsional.
Kemudian menurut Gaol
(2008), SIM adalah aplikasi yang bertanggungjawab dalam menyediakan informasi
untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus,
dan keluaran bentuk matematika.
Selain itu, menurut Gaol
(2008), SIM adalah sistem yang berbasis komputer dan dapat digunakan sebagai
sistem pendukung krputusan, sistem ahli, atau aplikasi otomatisasi perkantoran,
dan dapat memberikan dukungan untuk pemisahan keputusan.
Menurut George (dalam
Djahir dan Pratita, 2014) sistem informasi manajemen adalah serangkain
subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional
terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat
serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan
sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang ditetapkan.
Menurut Djahir dan
Pratita, 2014 tujuan sistem informasi manajemen adalah menyajikan informasi
untuk pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian,
pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan menyajikan sinergi
organisasi pada proses.
Djahir,Y., Pratita, P.
(2014). Bahan ajar sistem informasi
manajemen. Yogyakarta: Deepublish
Umar,
H. (2005). Evaluasi kinerja perusahaan.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Gaol, C. J. (2008).
Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.
4. Definisi SPK
Menurut
Fatta (2007) merupakan sistem informasi pada level manajemen dari suatu
organisasi yang mengombinasikan data dan model analisi yang canggih atau
peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstruktur dan
tidak terstruktur. SPK dirancang untuk membantu pengambilan keputusan
organisasional. SPK biasanya tersusun dari:
a.
Database
b.
Model grafis atau matematis, yang digunakan untuk proses bisnis.
c.
Antarmuka pengguna, yang digunakan oleh pengguna untnuk berkomunikasi dengan
SPK.
Menurut Gaol (2008), SPK
adalah para manajer dapat membuat keluaran (output) untuk masalah khusus yang
berkenaan dengan kualitas.
Menurut Umar (2005),
adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan untuk suatu masalah tertentu
yang harus dipecahkan oleh seseorang serta pengambilan keputusan
Fatta,
H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan
bersaing
perusahaan dan organisasi modern.
Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Gaol,
C. J. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo
Umar, H. (2005). Evaluasi
kinerja perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
5. Definisi OA
Menurut Umar (2005), OA
adalah aplikasi yang memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di
antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik,
seperti modem, fax, word processing, e-mail, dan desktop publishing.
Menurut Nagpal (2000)
menjelaskan bahwa Otomatisasi Kantor atau Office Automation (OA) adalah komputer
berbasis sistem informasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan
mengirimkan pesan elektronik, dokumen, dan bentuk lain dari komunikasi antar
individu, kelompok kerja, dan organisasi. Sistem tersebut dapat meningkatkan
produktivitas pengguna di bidang manajerial, tenaga profesional dan staf lain
secara signifikan mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk memproduksi,
akses dan menerima komunikasi bisnis.
Menurut Gaol, 2008 sistem
OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orak di dalam perusahaan
dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para
penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan.
Gaol, J.L. (2008). Sistem
informasi manajemen. Jakarta: Grasindo
Nagpal, D.P. (2000).
Textbook on management information systems. New Delhi: S.Chand & Company
Ltd.
Umar, H. (2005). Evaluasi
kinerja perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
6. Definisi SPakar
Menurut Kusrini (2008),
SPakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah sebagaimana yang dipikiran oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini
adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah
yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Kemudian menurut Kusrini
(2006), SPakar adalah sistem yang dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu
untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia di suatu
bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang
dilakukan seorang pakar.
Menurut
Umar (2005), sistem pakar adalah sistem yang berfungsi sebagai seorang
spesialis dalam satu area fungsional. Contoh, sistem pakar dapat menyediakan
sebagian bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan
manajemen.
Umar,
H. (2005). Evaluasi kinerja perusahaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Komponen
Elemen Sistem
Contoh sistem yang
berhubungan dengan ilmu psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan
komputer yaitu antara lain, papikostick. Di dalam mengaplikasikan tes psikologi
ini, akan melewati beberapa tahap:
Pertama, input. Input
dalam tes ini adalah soal soal yang diberikan kepada testee.
Kedua, proses. Proses
dalam tes ini adalah ketika testee mengisi seluruh soal yang ada.
Ketiga, output. Output
dalam tes ini adalah hasil dari test papikostick tersebut.
Keempat, tujuan. Tujuan
dari tes ini adalah untuk mengukur aspek-aspek psikologis dan untuk
mengevaluasi perilaku dan gaya kerja individu di tempat kerja.
Daftar
Pustaka
Bohari, A. M. (2005).
Information technology. Jakarta: IBS
Hall, J. A. (2007).
Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba
Laudon, K. C., &
Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba
Gaol, C. J. (2008).
Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.
Sarosa, S. (tidak
dilampirkan). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Grasindo.
Kusrini. (2008). Aplikasi
sistem pakar. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusrini. (2006). Sistem
pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar